Enjoy

Enjoy

Welcome to YoeL's Blog

Thank you for visiting my blog. Hopefully my writing will be a blessing for you. ^^

Monday, April 9, 2012

It Means You're Mine

Dua hari yang lalu saya bersama teman-teman melihat pameran di MTA. Tertariklah saya untuk membeli sebuah kamera. Kemudian seorang teman menawarkan kameranya untuk dijual. Bahkan keesokan harinya, saking dia ngebet untuk menjualnya, dibawakannya kamera tsb untuk boleh saya lihat-lihat. Berhubung sudah meminjam kamera kakak saya yang belum kunjung diantarkan itu, saya mengurungkan niat untuk membeli pada saat itu.

Semalam, malam pun tiba (ya iya lha ya masa ya iya dong, namanya juga semalam ^_^) setelah hampir seharian beraktivitas di luar. Sekembalinya saya ke rumah, ternyata kakak saya belum mengantarkan kameranya, huhuhu.. :( Berpikir agak sayang apabila perjalanan lima hari ke depan ini tidak diabadikan, maka saya memutuskan untuk membeli kamera teman saya itu.

Hampir tengah malam, saya coba menghubunginya, ternyata pesan tak terkirimkan. Mungkin dirinya sudah terlelap ditelan sang malam. :D Esok paginya begitu pesan terkirimkan (namun belum dibaca) saya menjelaskan duduk perkaranya (udah kayak apa aja yhaa.. hahaha). Meski pesan sudah terkirim, nyatanya belum jua dibaca olehnya. Dengan kata lain, dia masih di Pulau Kapuk. (x_x)" Niat untuk mandi dan bersiap-siap pun ku urungkan, takut-takut kalau ia membalas di kala itu. Karena kalau jadi beli, barang itu sudah harus ada di tangan pagi ini juga sebelum saya berangkat ke bandara. :D

Setengah 7 pagi. Akhirnya dibaca juga pesanku. Setengah jam kami bernegosiasi. Satu jeti dapet complete set menu (makanan kaleee, hahaha). Saya pun bergegas mandi jebar jebur dengan riang gembira a a a a~ \=D/ ^___^ 

Saat mandi, terlintas kenangan zaman SD or SMP menawar dompet yang pernah saya taksir dan tawar mati-matian cukup lama dengan abang si penjual di Pancoran seharga Rp 20,000 :D
Kesimpulannya, saya memang penawar harga barang yang cukup handal ;;)

Ini buktinya, hahaha :D
Sony, it means you're mine since this morning forever and ever ^___^
Happy jeprat jepret for these five days ahead and the other days! ;)

Saturday, March 31, 2012

I Want, Then I Can

Please don't ever tell me that you can't
Never tell me that, because...
You.. Yes, you!
Can do so much more


Just get up and say:
I want...
I can...
I will move forward


You have a world out there waiting for you to say...
... yes!

-Tony Melendez-

Tuesday, March 27, 2012

She Got It

She is beautiful, isn't she? :)
Agnes Monica while achieving The Shorty Vox Populi Award from Shorty Awards 2012 
at Times Centre, New York City
Here is her speech:
Well, I wanna thank to Jesus for being my Lord and Savior. I am originally from Indonesia, not from here. I don't know if you notice it or not, but for someone living in a developing country,  I've seen many people being forced to believe that their life can't get any better, that's just the best that they can have.
A lot of people give up dreaming, let alone believing in their dreams. But here I am making it happen! So this award is bigger than just an award, this is a prove that it is possible after all, no matter where you come from. 
Thanks Shorty Awards for helping me to show my fans. I want to give this award to my mom and brother for being my true inspiration, my fans for believing in my journey, dream, believe and make it happen. Thank you.
Congratulation to AgMon!!! v(^___^)v
Like her expression! :D
















Proud of you =)

Dream, Believe and Make It Happen! -AM-

Thursday, March 15, 2012

Hugo

Hugo, sebuah film yang diangkat dari buku cerita karya Brian Selznick dengan judul "The Invention of Hugo Cabret". Great movie! =)

 

Hugo Cabret: Can we fix him?
Hugo's father: Oh, I don't know, Hugo. He's badly rusted and finding parts to fit will be very hard.
Hugo's father: Of course we can fix him. We're clock makers, aren't we?

Hugo Cabret: Monsieur Labisse gave me a book the other night.
Isabelle: He's always doing that. Sending books to a good home, that's what he calls it.
Hugo Cabret: He's got real...purpose.
Isabelle: What do you mean?
Hugo Cabret: Everything has a purpose, even machines. Clocks tell the time, trains take you places. They do what they're meant to do, like Monsieur Labisse. Maybe that's why broken machines make me so sad, they can't do what they're meant to do. Maybe it's the same with people. If you lose your purpose, it's like you're broken.
 
Hugo Cabret: What an idiot! Thinking I could fix it!
Isabelle: Hugo.
Hugo Cabret: It's broken! It's always been broken!
Isabelle: Hugo, it doesn't have to be like this. You can fix it.
Hugo Cabret: You don't...you don't understand. I thought if I could fix it I wouldn't be so alone.
Isabelle: Hugo! Hugo look! Look, it's not done! It's not done!
Hugo Cabret: It's not writing, it's drawing!

Hugo Cabret: Right after my father died, I would come up here a lot. I'd imagine the whole world was one big machine. Machines never come with any extra parts, you know. They always come with the exact amount they need. So I figured, if the entire world was one big machine, I couldn't be an extra part. I had to be here for some reason. And that means you have to be here for some reason too.
(Words of wisdom from Hugo Cabret. He is on Earth for a reason, even if he's not sure yet what that reason is...)

Georges Méliès: My life has taught be one lesson, Hugo, and not the one I thought it would. Happy endings only happen in the movies.
Hugo Cabret: The story's not over yet.

Once upon a time, I met a boy named Hugo Cabret. He lived in a train station. Why did he live in a train station? You might well ask. That's really what this book is going to be about. And about how this singular young man searched so hard to find his secret message from his father and how that message led his way all the way home.
 -Isabelle-

Di penghujung film, kalimat inilah yang terbesit dalam benak saya:
Bila yang mati saja tercipta untuk suatu fungsi atau tujuan dan ketika rusak masih dapat diperbaiki, bukankah terlebih lagi ciptaan-Nya yang hidup?
 -YoeL-

Friday, February 24, 2012

The Vow


Saat melihat film ini muncul dalam papan coming soon di bioskop, saya sudah tertarik. Terlebih lagi ketika membaca bahwa film ini diangkat dari kisah nyata. Saya semakin tertarik. Kemudian saya cari tahu sinopsis ceritanya. Ini dia sinopsisnya:

Merayakan lima tahun pernikahan mereka, pasangan muda ini justru menghadapi tantangan terbesarnya di saat sang istri, Paige (Rachel McAdams), cedera serius dalam kecelakaan mobil yang mengakibatkan koma. Ketika ia sadar, bukan hanya dia tidak mengenali suaminya, Leo (Channing Tatum), namun ingatannya justru tertuju pada mantan tunangannya, Jeremy (Scott Speedman)

Meskipun Paige nampaknya tidak mencintai Leo lagi, semua usaha ia lakukan untuk membuat istrinya jatuh cinta dengannya lagi. Apakah usaha Leo akan berhasil?
(Sumber: www.21cineplex.com)

Life's all about moments of impact, and how they change our lives forever. But what if one day you could no longer remember any of them? -Leo-

Penasaran. Di tengah-tengah rasa letih dan kejenuhan pada hari Rabu lalu, akhirnya saya memutuskan untuk nonton film ini di SMS. Awalnya agak malas, karena mepet dengan waktu pulang kerja, takut telat nonton (saya ga suka nonton di bioskop dateng telat, ketinggalan adegan di awal rasanya kurang afdol gitu dehhh :D). Pergilah saya dengan seorang teman ke SMS naik angkot. Kami cukup buru-buru. Di angkot saya berharap dalam hati, "bang angkot, jangan ngetem pleaseeeeee..." :D
Kami sampai di SMS pukul 16.45, filmnya mulai 16.50. Kami berjalan cepat menuju XXI. Fiuhhh, pas-pas-an. Hore, ga telatttt \=D/


Sakit hati. Sedih. Ingin menangis. Itu yang saya rasakan ketika menonton film ini. Namun lucu juga, karena sembari ingin menitikkan air mata, saya juga ingin tertawa terbahak-bahak karena melihat teman di sebelah yang menangis dan menghapus air matanya dengan tissue. Hahahhaha =D


One of my favorite quotes from The Vow:
I chose to stay with him for all the things he's done right; not the one thing he's done wrong. I chose to forgive him. -Rita Thornton-

Here is their vow:
I vow to help you love life, to always hold you with tenderness, to have the patience that love demands, to speak when words are needed, and to share the silence when they are not, to agree to disagree about red velvet cake, to live within the warmth of your heart, and always call it home. -Paige-

I vow to love you. And no matter what challenges might carry us apart, we will always find a way back to each other. I vow to fiercely love you in all your forms now and forever. I promise to never forget that this is a once in a lifetime love. -Leo-  

Trivia:
  • The movie is based on the true story of Kim and Krickitt Carpenter, they published a book about their story called: “The Vow: The Kim and Krickitt Carpenter Story“.
  • The cafe where, Paige works and Leo and Paige visit frequently is called Cafe; Mnemonic - a mnemonic or mnemonic device is a learning technique used to help memory. 
  • Rachel had to eat 30 truffles for a scene.

Pemain utama The Vow dan tokoh asli cerita tersebut.
Krickitt, LeeAnn (their daughter), Channing Tatum, Rachel McAdams, Kit, and Danny (their son)
Ingatan Krickitt tentang masa lalunya bersama Kim belum kembali hingga saat ini. Namun janji pernikahan mereka lah yang akhirnya menjadi komitmen untuk tetap bersama hingga memiliki dua orang anak, apapun kondisinya. Bagi saya, "If there is a will, there is a way."
"Aku sudah mengucapkan janji perkawinan di depan keluarga dan teman-temanku, untuk tetap bersama, dalam untung dan malang, di waktu sehat maupun sakit," tegas Krickitt, yang akhirnya memutuskan untuk belajar mencintai pria asing ini lagi, tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan dan betapa sulit mencapainya.Sebaliknya Kim juga memegang teguh janji perkawinannya, dan tidak berniat meninggalkan sang istri dalam keadaan terpuruk. Sepahit apapun pertengkaran yang mereka alami, tidak membuatnya berhenti mencoba memperbaiki hubungan.

Pasangan ini menikah kembali tiga tahun setelah kecelakaan itu terjadi, dan tinggal di New Mexico seperti sebelumnya. (Sumber: http://female.kompas.com/read/2012/02/14/12301524/Kisah.Nyata.di.Balik.Film.The.Vow.

Friday, February 10, 2012

Kecil

Empat hari yang lalu. Sepulangnya kami dari makan siang. Sesaat keluar dari pintu toilet.

Ana: Yul, koq lu kecil banget sih badannya?
saya: ha? :/
Ana: kayaknya kalo UPH kena badai, lu kelempar duluan n paling jauh, trus pak **e* belakangan (kemudian dia tertawa hihihi)
saya: hahaha,, parah parah parah.. (karena nama yang disebutkan itu memiliki tubuh yang berbanding terbalik dengan saya) :D

Tiga hari kemudian yang adalah kemarin dari hari ini, saat saya hendak pulang kantor seorang mahasiswi semester 4 berkata, "Cici badannya kurus banget sih, kaki betisnya kecil." Sembari berjalan saya bergumam dalam hati, "koq belakangan ini pada ngomentarin tubuh gua yang kecil ini sih.."

Hari ini. Telepon kantor berdering. Saya dipanggil ke ruangan atasan, dan sebelum telepon ditutup saya ditanya, "kamu ukurannya S kan?" Saya menebak-nebak, dipanggil kenapa, pikir saya mau dikasih baju, hahaha.. Ternyata diminta untuk jadi model seragam baru STPPH untuk tahun ajaran baru nanti. Wah, berasa seperti mahasiswa lagi. *eyelashes* =D Di tengah percakapan, desainernya mentransfer ilmu melipat jas. Ia mengajarkan kami cara melipat jas dengan benar agar lekukan jas tidak rusak. Hal ini dikarenakan mahisiswa STPPH sering kali melipat jas dengan sembarang dan bahkan terkadang melipat asal kemudian dimasukkan ke dalam tas. Salah satunya saya waktu kuliah dulu, hohoho ^^, tidak dilipat asal-asalan dan masukkan ke tas sih, hanya saya lipat dan jinjing di tangan. Menarik belajar tentang fashion design. Sempat terbesit dalam hati keinginan dibuatkan pakaian yang didesain secara khusus. Untuk saya. Dari siapa? Entahlah, siapa saja. :)

Hari ini juga. Kembali komentar dengan topik yang serupa, lagi lagi keluar dari mulut seorang teman saya si Ana banana itu yang entah suka makan pisang ato gak saya gak tahu kebenarannya :D
Ana: Yul, lu cepet banget sih makan ice cream cone-nya?
saya: takut meleleh..
Ana: kayak anak kecil gitu makan esnya.. Yul, pasti lu di antara temen-temen lu juga yang paling kecil yha?
saya: haha, dari kemarin bahas ini molo..
Ana: kasihan si Yuli, ga pernah ngerasain jadi besar (dilanjuti dengan tawanya) --> *straight face mode on*

Kecil. Ya, itulah ukuran dan gambaran tubuh saya. Bersyukur dengan apa yang diberi. Tiada hak bagi kita, apalagi dengan tubuh yang normal untuk protes ini dan itu. Lihat mereka yang cacat, masih beranikah kita protes? Lihat mereka yang cacat dan dapat berkarya, tidak malukah kita protes?

-YoeL, 155 cm, antara 40-43 kg-
@ my FO desk

Wednesday, January 11, 2012

Eyes Before Hand

"Perjalanan seorang penulis adalah perjalanan seorang pembaca." -AS Laksana-